Caption : Gambar Bantuan Perumahan Nelayan dan Surat Ombusdman Gorontalo Ke Pemerintah Kabupaten Gorut


Faktanews (Daerah) – Gorontalo Utara, Ombudsman RI Perwakilan Gorontalo kembali menerima keluhan dari masyarakat tentang konflik bantuan perumahan nelayan yang berada di Kecamatan Sumalata Kabupatn Gorontalo Utara. Pasalnya sejak diresmikan oleh Bupati Indra Yasin, Polemik terkait sengketa lahan yang dibangun Perumahan nelayan tersebut terus berkelanjutan.


Alim S. Niode Kepala Ombudsman RI Perwakilan Gorontalo menjelaskan bahwa dirinya Telah menerima laporan dari salah satu ahli waris yang lahannya dibangun bantuan perumahan nelayan yang berada di Kecamatan Sumalata. kami telah menerima keluhan tersebut yang disertai bukti – bukti terkait haknya atas pembangunan perumahan tersebut. dan tentunya kami telah menidak lanjuti laporan tersebut dengan mengundang Bapak Effendi Mobilingo yang pada saat itu menjabat sebagai Camat Sumalata untuk dapat memberikan klarifikasi terkait keluhan tersebut. Namun hingga ini atau lebih tepatnya pada panggilan kedua, beliau tidak hadir dengan tidak memberikan alasan kuat.” Terang Alim.

Alim Menambahkan bahwa dalam aturan yang ada di Ombudsman, ketika panggilan ketiga tetap diindahkan, maka pihak Ombudsman akan menjemput paksa. ” ini sudah panggilan kedua, yang bersangkutan tetap tidak bersikap koperatif untuk diklarifikasi. sehingga jika pada panggilan ketiga tetap tidak bisa disanggupi, maka kami akan menjemput paksa.” Bilang Alim.

dilanjutkan, selain masalah perumahan nelayan yang berada di Kecamatan Sumalata, Pihaknya telah mengindentifikasi beberapa persoalan menyangkut masalah perumahan dan tanah. Sehingga dirinya berharap agar Pemerintah Kabupaten Gorontalo Utara agar bisa lebih peka didalam menyikapi persoalan – persoalan yang melibatkan warganya. ” ada beberapa masalah tanah dan perumahan yang kami dapatkan di Kabupaten Gorut, sehingga kami meminta agar dapat diselesaikan. karena jujur kami kecewa dari seluruh daerah yang ada di Provinsi Gorontalo, hanya Pemerintah Gorontalo Utara dan berikut seluruh Stakeholdernya sangat slow respon. beda dengan Pemerintahan lainnya di Gorontalo, ketika kami panggil untuk klarfikasi, mereka justru responsif bahkan ada sebelum kami panggil sudah datang untuk memberika klarifikasi. dan itu patut dicontohi.” Terang Alim.

Add caption : Status Naila Nusi

Seperti diketahui, sengketa lahan perumahan nelayan di Kecamatan Sumalata terungkap lewat status digroup facebook (Gorontalo Menggugat) oleh akun atas nama Naila Nusi yang juga pelapor atas tindakan dugaan penyalahgunaan wewenang dari beberapa oknum terkait. didalam statusnya Naila Nusi menyatakan kekecewaannya atas tindakan oknum Kepala Dusun, Kepala Desa Buloila dan Camat Sumalata yang kala itu dijabat Efendi Mobilingo. ” ini adalah perumahan khusus nelayan yang berdiri di atas tanah budel keluarga Amalu-keluarga Rahim. yg terletak di desa buloila,kec sumalata, kab gorut,yg di ambil alih oleh pemerintah tanpa pemberitahuan kepada ahli waris yg lain,yg menurut camat sumalata efendi mobilingo yg di hibahkan oleh namhulu rahim salah satu ahli waris tpi anehx sampai saat ini surat hibah itu tdk pernah di perlihatkan kpd kami ahli waris yg keberatan.dan ktka kami meminta penjelasan kpd kades maupun camat mereka mala mempersulit dan masa bodoh dgn kami.sdgkan waktu peresmian bupati mengatakan rumah trsebut gratis tp pd kenyataanx masyrakat yg tinggal di rumah trsebut di paksa membayar 5jt dan trancam akan di usir jika tdk membyr. tolong bantu kami dlm mengungkap kasus ini.” Ungkap Naila Nusi.


Mantan Camat Sumalata Effendi Mobilingo ketika diwawancarai via Selulernya (24 Mei 2017), mengatakan bahwa perkara tersebut silahkan dikonfirmasi ke camat sumalata yang baru, sebab dirinya telah dipromosi menjadi kepala dinas dilingkungan Pemerintah Kabuaten Gorontalo Utara. ” silahkan dikonfirmasi ke camat yang baru saja. saya sementara mendampingi Bupati.” Jawabnya singkat. (FN 02)

63 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini