Faktanews.com (Daerah) – Kabupaten Gorontalo Utara, Aksi protes yang dilakukan oleh masyarakat Desa Tomblilato Kecamatan Atinggola yang kemarin di dilakukan kini mulai menyusut, pasalnya Camat Atinggola diminta untuk harus tanggalkan jabatannya karena diduga melakukan pemembela dan mendukung adanya pertambangan batu diwilayahnya.
Setelah terjadi insiden antara perusahaan dan masyarakat beberapa waktu lalu (Baca : http://www.faktanews.com/2016/11/oknum-brimob-mengamuk-masyarakat.html ), sedikitnya telah membuat hubungan masyarakat dan pihak pemerintah daerah dalam hal ini pihak kecamatan mulai terganggu, yang anehnya lagi, Camat Atinggola dinilai telah mengeluarkan steatment yang notabenenya menyinggung perasaan warga saat melakukan kunjungan TKP.
Masyarakat sangat menyayangkan serta tidak terima dengan ucapan orang nomor satu di Kecamatan Atinggola ini, yang seharusnya bijak dan mampu untuk mengamankan suasana, akan tetapi hal itu malah berbalik arah dan malah mempersalahkan para Orang Tua Korban yang meninggal dunia karena kelalaian.
Salah satu masyarakat Tombuliato, Ronaldi Umar kepada awak media mengatakan, bahwa tindakan dan sikap yang dilakukan seorang camat tidak mencerminkan seorang pemimpin yang bijak. Camat seharusnya dapat mendengarkan aspirasi yang di sampaikan oleh masyarakat.
“Kami masyarakat sangat kecewa dengan sikap camat yang tidak memperdulikan keluhan masyarakat, ketika masyarakat menyampaikan keluhan terkait pertambangan batu, yang tidak jauh dari pemukiman bahkan telah menelan korban jiwa. Camat Atinggola dalam menanggapi persoalan ini, hanya memarahi pemerintah desa dan para masyarakat yang melakukan protes terhadap pertambangan ini, dan anehnya Saat kami menyampaikan bahwa pertambangan galian C telah menelan korban jiwa, dengan enteng Pak Camat mengatakan dengan ekspresi yang marah bahwa semua itu terjadi karena kelalaian orang tua dalam menjaga anak”, Jelas Andri kesal
Ditambahkannya lagi, “ seorang camat seharusnya berdiri dihadapan masyarakat bukan dihadapan perusahaan. Seorang camat harus peka dan peduli terhadap permasalahan masyarakat. “Camat adalah pemimpin dan kepala adat yang ada di kecamatan, sehingga tempat masyarakat untuk menyampaikan keluhan, namun di Atinggola seakan-akan keluhan yang disampaikan masyarakat hanya sebatas angin lewat saja. Ketika masyarakat menyampaikan persoalan HTI yang saat ini telah merusak hutan, seorang camat hanya bersikap dingin, disampaikan lagi terkait kerusakan jalan akibat muatan yang terlalu berat oleh perusahaan tambang, camat dengan spontan mengatakan bahwa jalan pemerintah yang buat jadi semua bisa menggunakannya. Dengan sikap camat seperti ini seakan-akan membela perusahaan dan kami masyarakat menduga camat ada pembicaraan khusus dengan pihak perusahaan, mungkin ti pak camat ada niat memperkaya diri. Kami masyarakat Tombulilato meminta kepada Bupati Gorontalo Utara untuk dapat mengevaluasi kinerja Camat Atinggola”, Tutup Andri dengan nada tinggi. (Jho)

32 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini